Perkawinan Silang Terminal (Terminal Crossbreeding) pada Sapi Potong

A. Sistem perkawinan Silang Terminal (Terminal Crossbreeding)

Persilangan untuk produksi F1 atau yang lebih dikenal dengan persilangan terminal banyak dilakukan pada ternak sapi potong. Tujuan sistem persilangan ini adalah menggambarkan sifat-sifat baik dan memanfaatkan sejauh mungkin efek heterosis atau hybri vigor yang timbul pada F1 atau hewan-hewan hasil persilangan bangsa berbeda. Heterosis timbul sebagai akibat heterosigositas yang terjadi dalam hewan silangan dan tampak sebagai meningkatnya sifat produksi yang lebih tinggidari rata-rata produksi kedua bangsa yang disilangkan   Manfaat perkawinan silang Terminal :

  • Memanfaatkan persilangan rotasi untuk setengah ternak muda dari kawanan ternak betina sebagi generasi pengganti.
  • Sapi-sapi yang lebih tua disilangkan untuk mendapatkan sire terminal .  Semua keturunan dijual (memaksimalkan heterosis)
  • Meningkatkan (berat badan) ternak sapi yang akan dijual.

B. Metode Sistem Kawin Silang Terminal (Terminal Crorssbreeding)

Bentuk paling sederhana dari persilangan adalah persilangan terminal. Dalam sistem ini, keturunan semua dipasarkan, sehingga diperlukan untuk membeli betina pengganti. Jika betina pengganti F1 (betina yang memiliki kekuatan 100 % hybrid untuk sifat-sifat keibuan) yang dibeli dan dibesarkan untuk sapi jantan dari jenis yang berbeda, baik sapi dan anak sapi mengambil keuntungan dari heterosis maksimum. Sistem ini juga memungkinkan fleksibilitas dalam memilih bangsa untuk digunakan.Penggantian betina dapat diperoleh yang terdiri dari bibit sapi maternal dan dibesarkan untuk sapi yang memiliki pertumbuhan tinggi. Sistem ini merupakan tipe yang optimal dari berbagai peternak sapi. Alur bahkan lebih sederhana dari sistem ini hanya menggunakan dua keturunan. Sapi jantan dari breed A dibiakkan untuk betina dari breed B untuk menghasilkan keturunan F1 AB. Keturunan ini akan menunjukkan heterosis maksimum, tetapi bila betina yang dihasilkan sapi ini tidak dipersilangkan, keturunan tidak dapat memperoleh bagian dari setiap heterosis induknya.

Diagram Persilangan Terminal (Terminal Cross) pada Sapi Potong

C. Kelemahan dari Persilangan Terminal (Terminal Cross)

Kelemahan dari sistem perkawinan  terminal adalah bahwa sistem ini perlu didukung oleh peternakan pembibitan yang harus menyediakan sapi-sapi betina dan jantan dari bangsa yang akan disilangkan. Jika pada persilangan antara dua bangsa yang sama keunggulannya maka efek heterosis yang diharapkan tidak cukup besar maka peternakan secara murni akan lebih efisien. Sebaliknya pada persilangan antara bangsa ternak unggul dengan bangsa lokal yang berformans rendah maka F1 yang timbul biasanya sudah menunjukkan peningkatan prestasi sampai 100% di atas bangsa lokal, sehingga heterosis tidak terlalu penting artinya.

 

About these ads

Tentang nurilhamakbar

I like to a new something and I will do it

Posted on Juni 20, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: